Banyak yang mengira bullying cuma "iseng" atau "bercanda biasa". Padahal, tindakan ini punya konsekuensi nyata - baik bagi korban, maupun bagi pelakunya sendiri.
Dampak bagi pelaku bullying
Secara sosial, pelaku bullying sering kehilangan kepercayaan teman-temannya. Awalnya mungkin terlihat "disegani", tapi lama-lama orang lain akan menjauh karena tidak nyaman.
Secara emosional, banyak pelaku bullying sebenarnya juga sedang berjuang dengan masalahnya sendiri - entah tekanan di rumah, ingin diakui, atau meniru apa yang pernah dialaminya. Tapi menyakiti orang lain bukan solusinya.
Secara akademis dan kedisiplinan, sekolah punya aturan tegas terhadap bullying. Pelaku bisa mendapat teguran, pembinaan khusus dari guru BK, pemanggilan orang tua, sampai sanksi sesuai tata tertib sekolah.
Secara hukum, kasus bullying yang serius (kekerasan fisik, pemerasan, pelecehan, penyebaran konten memalukan di media sosial) bisa masuk ranah hukum, karena negara punya undang-undang perlindungan anak yang mengatur hal ini.
Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk introspeksi
Kalau kamu pernah melakukan bullying, ini bukan akhir segalanya. Yang penting adalah menyadari, minta maaf, dan mengubah caramu berteman mulai sekarang.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Guru BK di sini bukan untuk menghukum, tapi untuk membantu semua pihak - baik korban maupun pelaku - supaya sekolah jadi tempat yang lebih baik untuk semua orang.